header
panduan perizinan kota kediri

hari jadi kota kediri big sale 2010

cukai
 
review

Potensi Ekonomi Kota Kediri


Pemerintah Kota Kediri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, oleh karena itu berbagai kebijakan dan program pembangunan ekonomi guna memperkua landasan pembangunan ekonomi kerakyatan dengan mengutamakan skala prioritas. Seperti kita ketahui bersama bahwa semenjak timbulnya krisis ekonomi tahun 1997 mengakibatkan turunnya pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatnya laju inflasi sehingga menurunkan taraf hidup masyarakat, bertambahnya jumlah penduduk miskin dan jumlah pengangguran.

 

Upaya-upaya pemulihan ekonomi untuk menggerakkan perekonomian dan memulihkan kesejahteraan rakyat yang dilakukan selama ini dirasakn belum memberikan hasil yang optimal. Berbagai kesalahan dan kelemahan penyelenggaraan pembangunan perekonomian pada masa lalu telah menimbulkan berbagai dampak sehingga memudahkan timbulnya gejolak sosial, namun secara mikro Kota Kediri dirasakan lebih beruntung dengan minimnya gejolak sosial.

 

Meskipun dalam kondisi makro, Kota Kediri tidak bisa terlepas dari pengaruh resesi dunia dan krisis ekonomi Negara, sehingga Kota Kediri harus banting tulang melakukan persiapan dan antisipasi terhadap kondisi tersebut.

Berdasarkan pengalaman mas lalu tersebut, maka pembangunan di Kota Kediri diupayakan untuk dapat mewujudkan perekonomian yang adil, merata dan berdaya saing dan berbasis efisien yang menjamin pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup milik sendiri secara berkelanjutan dengan semakin meningkatnya peran serta seluruh lapisan masyarakat guna mendukung terwujudnya Tri Bina Kota yaitu Kediri sebagai Kota Industri, Perdagangan dan Jasa, serta Pendidikan.

 

Program dasar dari pembangunan ekonomi Kota Kediri adalah meningkatakan perekonomian rakyat dengan menumbuhkan iklim usaha yang kondusif dengan mengutamakan UKM dan koperasi sebagai modal dasar pertumbuhan pembangunan serta menggerakkan sektor swasta nasional maupun luar negerisebagai pemodal. Karena itulah peningkatan kemampuan perekonomian daerah merupakan prioritas pembangunan yang dicanangkan oleh Kotamadya Kediri selama periode 5(lima) tahun kepemimpinan Drs. H. Maschut

 

Sedangkan untuk menjamin pemerataan hasil pembangunan dan peningkatan kesejahteraan Kota Kediri, maka disusun beberapa program.

 

Kegiatan pokok pembangunan tersebut adalah sebagai berikut :

 

1.      Program pembangunan agrobisnis

2.      Program peningkatan ketahanan pangan

3.      Program pengembangan pertanian rakyat terpadu

4.      Program peningkatan produksi peternakan

5.      Program peningkatan sarana dan prasarana pelayanan RPH

6.      Program pelestarian dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam

7.      Program pembinaan usaha tani. Pengelolaan dan pemasaran hasil ternak

8.      Program pengembangan usaha perkebunan

9.      Program peningkatan manajemen mutu terpadu (PMMT)

10.  Program pengembangan industri

11.  Program pengembangan usaha perdagangan

12.  Program penciptaan iklim usaha yang kondusif

13.  Program pengembangan kewirausahaan

14.  Program peningkatan akses kepada sumber daya produktif

15.  program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja

16.  Program peningkatan kualitas dan produktifitas tenaga kerja

17.  Program perlindungan/pembinaan tenaga kerja dan lembaga tenaga kerja

 

Untuk dapat melaksanakan program yang telah dibuat tersebut perlu adanya sinergi dan koordinasi serta peran serta seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Peran aktif masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan ekonomi akan banyak membantu dalam rangka pemulihan ekonomi yang diharapkan, sehingga nantinya akan meningkatkan taraf hidup masayarakat Kota Kediri itu sendiri. Begitu juga keterlibatan pihak swasta, baik swasta nasional maupun luar negeri, sangat diharapkan membuka lahan bisnis baru guna upaya pemulihan ekonomi yang ada di Kota Kediri.

 

Peran serta swasta tersebut bisa dengan jalan menjadi bapak angkat dalam pembinaan dan pengembangan usaha kecil dan menengah guna membangkitkan semangatn untuk tumbuh dan berkembang, atau bisa membuka sentra industri baru dengan memanfaatkan peluang serta potensi usaha yang dimiliki serta ada di wilayah pemerintah Kota Kediri.

 

Beberapa hal yang bisa digarisbawahi, adalah peran serta swasta yang juga bisa menambah terjaminnya penyerapan tenaga kerja baru di Kota Kediri. Demikian juga bahwa pembangunan harus didukung dengan anggaran yang memadai.

 

Berkaitan dengan keterbatasan anggaran, maka pelaksanaan pembangunan di Kota Kediri pada tahun 2002 adalah sebagai mana ditunjukkan oleh indikator-indikator sebagai berikut :

 

PDRB

                                                                    

No.

PDRB

TH. 2001 (JUTA)

TH. 2002 (JUTA)

1.

    ADHB (tanpa GG)

3.705.995,76

4.132.660,31

2.

    ADHB (tanpa GG)

17.271.748,15

19.663.993,89

3.

    ADHK (tanpa GG)

1.497.493,03

1.565.479,22

4.

    ADHK (tanpa GG)

6.532.054,28

6.874.332,84

Sumber: Biro Pusat Statistik Kota Kediri

Keterangan :

ADHB = Atas Dasar Harga Berlaku

ADHK = Atas Dasar Harga Konstan

 

Pertumbuhan PDRB Kota Kediri dari tahun 2001 ke 2002 telah mengalami peningkatan baik Atas dasar Harga Berlaku (ADHB)mencapai 13,6% (tanpa GG), 13,85% (dengan GG) maupun Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai 4,54% (tanpa GG) dan 5,24% (dengan GG).

 

PDRB Per Kapita

                                              

No.

PDRB

PDRB per Kapita

TH. 2001 (JUTA)

TH. 2002 (JUTA)

1

    ADHB (dengan GG)

72.306.361,01

82.007.456,27

2

    ADHK (dengan GG)

27.345.759,73

28.668.975,02


Pendapatan per Kapita Kota Kediri tahun 2001 ke 2002, baik ADHB maupun ADHK menunjukkan peningkatan, secara presentase PDRB per kapita Kota Kediri mengalami peningktan sebesar 42,7% (ADHK dengan GG) atau sebesar 23,3% (ADHK dengan GG). Ini menunjukkan bahwa secara umum tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat semakin membaik.

 

Dari data tersebut menunjukkan PDRB per Kapita Kota Kediri mengalami kenaikan yaitu 13,4% (ADBH dengan GG)atau sebesar 4,83% (ADHK dengan GG).

 

Struktur Perekonomian

                                                 

No.

LAPANGAN USAHA

KONTRIBUSI

TH. 2001

TH. 2002

1.

    Pertanian, peternakan, kehutanan, & perikanan

0,180

0,180

2.

    Pertambangan dan penggalian

0,007

0,007

3.

    Industri pengolahan

79,37

79,37

4.

    Listrik, gas dan air minum

0,163

0,165

5.

    Bangunan kontruksi

0,191

0,185

6.

    Perdagangan, hotel, dan restoran

16,87

17,00

7.

    Pengangkutan dan komunikasi

0,682

0,685

8.

    Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan

1,784

1,790

9.
    Jasa-jasa lain
0,748
0,800

Sumber: Disperindag Kota Kediri


Data tersebut diatas menunjukkan bahwa stuktur perekonomian Kota Kediri pada tahun 2001 dan 2002 masih didominasi oleh sektor industri pengolahan, serta sektor perdagangan, hotel dan restoran. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Kota Kediri yaitu Tri Bina kota (sebagai pusat pendidikan, perdagangan, dan jasa serta industri). Disamping itu pertumbuhan ekonomi masyarakat Kediri benar-benar masih terpusat di PT Gudang Garam, Tbk. Sehingga perlu dipikirkan oleh Pemerintah Kota Kediri untuk membuka pusat ekonomi yang lain yang melibatkan swasta, karena apabila pertumbuhan ekonomi Kota Kediri hanya mengandalkansatu sektor/satu pihak saja, maka apabila terjadi inflasi yang besar di perusahaan tersebut akan membuat perubahan negative yang sangat besar di Pemerintah Kota Kediri. 


Pertumbuhan Ekonomi

                                                             

No. 

WILAYAH  

PERTUMBUHAN EKONOMI

TH. 2001

TH 2002

1.

    Kota Kediri (dengan GG)

6,01 %

5,24 %

2.

    Propinsi jatim

4,77 %

3,41 %

3.

    Nasional

3,34 %

3,16 %

4.

    Kota Kediri

5,98 %

4,54 %

Sumber: Disperindag Kota Kediri


Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Kediri tahun2002 mengalami penurunan 12,35%(tanpa GG) dan 12,73%(dengan GG)dibandingkan dengan tahun 2001. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi Kota Kediri masih lebih tinggi dibanding nasional maupun propinsi Jawa Timur, sehingga dapat dikatakan pertumbuhan ekonomi Kota Kediri cukup stabil.

 

Laju Inflasi

                                                                        

No.

WILAYAH

LAJU INFLASI

TH. 2001

TH. 2002

1

    Kota Kediri

15,91 %

8, 87 %

2

    Kota Surabaya

11,39 %

9,15 %

3

    Nasional

12,55 %

10,03

Sumber: Disperindag Kota Kediri


Secara umum, laju inflasi di Kota Kediri pada tahun 2001 dan 2002 lebih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata Surabaya dan nasional. Secara khusus, di Kota Kediri terjadi penurunan laju Inflasi yang cukup signifikan, yaitu sebanyak 7,04% sehingga dapat di katakan bahwa stabilitas ekonomi makro cukup bagus.



 
 
 
 
© Pemerintah Kota Kediri (b@d)